RAPAT PEMBAHASAN MENINDAK LANJUTI SURAT EDARAN KEMENAG RI NO 15 TAHUN 2020 TENTANG PANDUAN KEGIATAN KEAGAMAAN DIRUMAH IBADAH DIMASA PANDEMI COVID-19. 2/6/2020

Humas dan Protokol: Kolaka- Rapat pembahasan dalam rangka menindak lanjuti surat edaran KEMENAG RI Nomor 15 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman di masa pandemi covid-19, Selasa (2/6/2020).

Rapat ini di pimpin langsung oleh bupati kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH, Dan turut hadiri oleh wakil bupati kolaka H. Muh. Jayadin SE., ME, Forkopimda, Sekretaris Daerah Drs H. Poitu Murtopo, M.SI, Kemenag Kolaka, Tim Gugus Covid-19, FKUB, MUI, Dewan Mesjid, PCNU, PD.Muhammadiyah, Perwakilan Mubaligh serta Imam Mesjid.

Dalam menyikapi surat dari KEMENAG RI No 15 tahun 2020 dan melihat penyebaran pandemi covid-19 yang masih terus meningkat, maka bupati kolaka mengeluarkan SURAT HIMBAUAN Nomor 338/970/2020 tentang tindak lanjut surat edaran KEMENAG RI nomor 15 dan berdasarkan hasil keputusan hasil rapat tertanggal 2/6/2020 bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupat Kolaka :

  1. Bahwa sampai saat ini penyebaran covid-19 masih cenderung meningkat di buktikan dengan hasil tapid tes terdapat 112 orang yang reaktif.
  2. Pelaksanaan ibadah masih tetap di laksanakan di rumah masing-masing sambil menunggu hasil swab 112 orang yang telah di kirim ke Makassar beberapa hari yang lalu.
  3. Apabila hasil swab 112 orang sudah keluar dan di antara mereka ada yang positif maka pelaksanaan ibadah tetap kembali mengacu pada surat edaran / himbauan /instruksi sebelumnya yang subtansinya mengintruksikan pelaksanaan ibadah di rumah masing-masing bersama dengan keluarga.
  4. Apabila hasil swab 112 orang tersebut semuanya negatif maka pelaksanaan ibadah di izinkan di rumah ibadah masing-masing dengan syarat dan ketentuan para pengurus rumah ibadah wajib mengikuti panduan protokol kesehatan sebagai mana pada surat edaran Menteri Agama RI Nomor 15 tanggal 29/5/2020. serta membuat surat pernyataan siap bertanggung jawab manakala muncul kasus baru penderita covid-19 pada rumah ibadah binaannya.

Sumber: Humas protokol kolaka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *