PELETAKAN BATU PERTAMA PONDOK TAHFIDZUL QUR’AN (PPTQ) BAITURRAHIM KOLAKA CABANG TANGGETADA

Humas dan Protokol: Kolaka- Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH menghadiri dan melakukan peletakan batu pertama pada pembangunanan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baiturrahim cabang Tanggetada oleh Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA,.Ph.D di Desa Tanggetada Kecamatan Tanggetada, Selasa (9/2/2021).

Turut hadir pada kegiatan ini Ketua DPRD Kolaka Ir. Syaifullah Halik, Kapolres Kolaka AKBP Saiful Mustofa, SH., S. IK, Kepala Kandepag Kolaka H. Muh. Duwana Said,
S.Ag.,MA, H. Muhammad Jufri, AP,.M,AP, yang mewakili Dandim Koramil Watubangga,
Camat Kolaka, Baula, Tanggetada, Toari,
Watubangga, Kepala Desa Tanggetada, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta masyarakat desa tanggetada.

Dalam sambutannya bupati kolaka menyampaikan, rasa terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA.,Ph.D Imam Besar Masjid Istiklal Jakarta yang sudah meluangkan waktunya datang ke Kabupaten Kolaka untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Baiturrahim.

“Kegiatan ini masuk dalam sembilan program prioritas kami yaitu pendidikan, agama dan budaya, sehingga tiga komponen ini tak terpisahkan dan dapat terbangun. Alhamdulilah enam tahun kepemimpinan kami di Kolaka sudah kita lihat ketika MTQ tingkat provinsi hampir seluruh kabupaten di Sultra ini ada perwakilan anak kolaka yang berasal dari pesantren dan pondok tahfidz yang mewakili kabupaten lain di MTQ”,tuturnya.

Bupati kolaka juga mengatakan, kembali saya ingatkan kepada para camat, lurah dan kepala desa agar jangan kendor program kita setiap malam jumat yaitu kegiatan yasinan di masjid maupun di rumah masyarakat. Di pemerintahan di kantor di setiap hari kerja, disekolah selalu di awali dengan sholat duha dan alhamdulilah sudah sudah ditetapkan dengan baik dan alhamdulillah sudah berjalan dengan baik, target kami untuk membentuk seribu tempat pengajian Al-Quran kami juga membina 24 orang di setiap kecamatan ada utusan dua orang untuk di masukan di pondok pesantren masjid agung khaerah umah dan setelah selesai mereka akan dikembalikan ke kecamatan asalnya untuk mengajarkan ilmu yang sudah didapat dari pondok pesantren.

Lanjutnya, dalam arahan Prof. KH. Nasaruddin Umar menyampaikan, apa yang kita bangun di pondok tahfidz
adalah sekolah masa depan dan inilah perbedaan pondok pesantren dan sekolah umum kalua pondok pesantren tempat untuk mencari ilmunya allah SWT sedangkan sekolah umum tempat mencari ilmunya guru.

karena itulah mengapa mendapatkan ilmu dipondok pesantren sangat beda dengan di sekolah, ustaz dipondok mengajar dengan hati dan Qalbu sehingga menembus masuk kelubuk hati yang sangat dalam dan guru di sekolah sekolah mengajar dengan akal pikiran, sehingga hanya sampai di batas kepala saja ilmu itu jadi alumni pondok pesantren tidak di ragukan lagi karna lentera hatinya sudah menyala jadi kegelapan apapun dia akan tetap menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *