RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN MTQ SECARA VIRTUAL TINGKAT PROVINSI SULAWESI TENGGARA XXVIII TAHUN 2020 DIA AULA SASANA PRAJA PEMKAB KOLAKA 15/9/2020

Humas dan Protokol: Kolaka- Rapat Persiapan Pelaksanaan MTQ yang di laksanakan Secara Virtual Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Ke-XXVIII TAHUN 2020 di Aula Sasana Praja Pemda Kolaka, Selasa (15/9/2020).

Rapat tersebut dipimpin oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Muh. Bakri, SH., MH, dan turut hadir pula dalam kegiatan ini yang mewakili Kementrian Agama H. Syaifuddin Mustaming, S.Ag , Para Panitia, Para Pelatih, Official, Peserta Lomba, Dewan Juri serta Kepala OPD yang terkait.

Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun ini berbeda dengan pelaksanaan MTQ yang tahun lalu, yang mana pelaksanaan MTQ kali ini dilaksanakan secara virtual mulai dengan pembukaan pada tanggal 21 September – 25 September 2020. Dalam rangka keikutsertaan kafilah Kabupaten Kolaka pada pelaksanaan MTQ ke -XXVIII tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara secara virtual ini dipandang perlu untuk menetapkan panitia, pelatih, official dan peserta kafilah MTQ Kab. Kolaka sebelum untuk mengikuti perlombaan.

Menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan MTQ ini disemua tempat perlombaan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan serta menyediakan segala kebutuhan mengenai protokol kesehatan dengan baik karena penilaian juri berada di Provinsi.

Adapun tempat pelaksanaannya yaitu di Masjid Agung, Islamic Center, Attaqwa, Rumah Adat 3 Tempat, Ruang SMS, yang mana kegiatan ini akan live dari Pemda. Peserta keseluruhan yang akan ikut MTQ sebanyak 54 orang dengan berbagai lomba. Sebelum masuk pemondokan semua peserta H-2 harus sudah di karantina dan dilakukan rapid tes terlebih dahulu bila ada yang terinfeksi maka harus di ganti, oleh karena itu untuk seluruh kegiatan ini harus benar-benar dipersiapkan dengan baik.

ACARA SIDANG PANITIA PERTIMBANGAN LANDREFORM (PPL) KAB.KOLAKA DALAM KEGIATAN SERTIFIKASI RETRIBUSI TANAH TAHUN ANGGARAN 2020 DIKANTOR PERTANAHAN KAB. KOLAKA, 10/9/2020

Humas dan protokol: Kolaka- Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH Membuka Secara Resmi Acara Sidang Panitia Pertimbangan Landreform (PPL) Kabupaten Kolaka Dalam Kegiatan Sertipikasi Redistribusi Tanah Tahun Anggaran 2020 bertempat di Aula Kantor Pertanahan Kab. Kolaka, Kamis (10/9/2020).

Kegiatan acara tersebut turut dihadiri oleh Kapolres Kolaka, Anggota panitia pertimbangan Landreform Kab. Kolaka, Pejabat Pengawas di Kantor Pertanahan Kab. Kolaka, Kepala Subseksi Landreform & Konsolidasi Tanah Kantor Pertanahan Kab. Kolaka.

Dalam laporan wakil ketua PPL Kab. Kolaka ibu Kusniyati, S.SiT., M.MPUB menyampaikan, tujuan dari pelaksanaan ini yaitu untuk memastikan mengenai letak, status, luas, penggunaan, penguasaan, kesesuaian rencana tata ruang dan kondisi tanah “clean and clear”, serta juga membahas objek dan subjek yang akan diusulkan untuk ditetapkan menjadi objek dan subjek redistribusi serta mampu memberikan pertimbangan dan rekomendasi dalam penetapan objek dan subjek redistribusi.

Dalam Sambutannya Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH mengatakan, kegiatan redistribusi tanah di Kab. Kolaka pada tahun anggaran 2020 dengan target sebanyak 2.000 (Dua Ribu) bidang yang terdiri dari 9 (sembilan) desa dan 4 (empat) kecamatan. Adapun target perdesa terdiri dari yaitu : Desa Mataosu sebanyak 150 bidang, Desa Lamoiko sebanyak 150 bidang, Desa Rano sangia sebanyak 300 bidang, Desa Watalara sebanyak 250 bidang, Desa Langgosipi sebanyak 335 bidang, Desa Puubenua sebanyak 115 bidang, Desa Petudua sebanyak 300 bidang dan Desa Popalia sebanyak 100 bidang. Berdasarkan dari9 (Sembilan) Desa Lokasi redistribusi tanah di Kab. Kolaka dengan luas yang dimiliki pemohon minimal 191 M² HA dan maksimal 2 HA.

Bupati Kolaka juga menyampaikan, dengan adanya kegiatan redistribusi tanah di Kab. Kolaka ini , diharapkan kepada semua masyarakat yang ada di Kab. Kolaka harus mendaftarkan lokasi tanahnya sehingga masyarakat mendapatkan atau memiliki sertipikat tanah baik tanah pekarangan (tempat tinggal) ataupun tanah pertanian, sehingga bertujuan untuk mengurangi sengketa dan konflik agraria. Adapun tujuan redistribusi tanah yaitu untuk meningkatkan taraf hidup rakyat khususnya penggarap dengan mengusahakannya secara aktif.