MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN 1442 H/2021 M. PEMDA KAB.KOLAKA MENGGELAR TAUZIAH DAN SHOLAT TARAWIH PERTAMA BERSAMA DIMASJID AGUNG KHAERA UMMAH KOLAKA

Protokol Komunikasi Pimpinan: Kolaka-Marhaban ya Ramadhan, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1442 H/2021 M. Melalui ibadah ramadhan ini mari kita tingkatkan iman, dengan ibadah puasa kita tingkatkan imun, dengan Ikhtiar dan Do’a kita wujudkan Kolaka new normal yang semakin maju, berkeadilan dan sejahtera.

Pelaksanaan ibadah sholat tarawih 1442 H/2021 M yang dilaksanakan di Masjid Agung Khaera Ummah, yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Ust. Syamsuddin Siraji, S. Pdi, Senin (12/4).

Sholat tarawih ini dihadiri oleh Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH, Forkopimda, Kepala OPD lingkup Pemda Kab. Kolaka, Tokoh Agama, serta jamaah Masjid Agung Khaera Ummah.

Dalam sambutannya Bupati Kolaka menyampaikan, bahwa pelaksanaan sholat tarawih dan pelaksanaan puasa ramadhan tahun ini berbeda dengan tahun lalu, yang mana pelaksanaan puasa dan tarawih di tahun ini kita dapat melaksanakan sholat tarawih di Masjid lingkungan masing-masing, tentunya dengan tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan.

Pada kesempatan ini juga, Bupati Kolaka mengatakan, dalam bulan suci ramadhan ini kita diharapkan agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan kita juga di ingatkan agar selalu menjaga toleransi dan saling menghargai antara umat beragama.

RAPAT PEMBAHASAN PENANGANAN KONFLIK TENURIAL KAWASAN DI TAMAN WISATA ALAM MANGOLO KAB.KOLAKA

Protokol Komunikasi Pimpinan: Kolaka- Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka menggelar rapat pembahasan mengenai penanganan konflik tenurial kawasan di Taman Wisata Alam Mangolo di Ruang Rapat SMS Berjaya kantor Bupati Kolaka yang mana rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH,. MH, Senin (12/4).

Hadir pada rapat ini Jajaran Forkopimda, Kepala Balai KSDA wilayah Sultra, Kepala SKPD lingkup Pemda Kab. Kolaka, Camat Latambaga, Lurah Mangolo, Kolakasi, Sakuli, dan Ulunggolaka, Polhut, Danposal, Danpom, dari KPH serta peserta rapat lainnya.

Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan oleh Kepala Balai KSDA wilayah Sultra mengatakan, bahwa kondisi saat ini konflik yang terjadi di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo ini menunjukkan terjadinya jual beli lahan oleh masyarakat lokal maupun pendatang, adanya klaim tanah adat atau leluhur, serta tidak jelasnya tanda batas lokasi izin perhutanan sosial dilapangan serta hilang atau rusaknya pos batas kawasan sehingga menyebabkan kelompok masyarakat bisa masuk membuka hutan di Taman Wisata Alam Mangolo.

Pada kesempatan ini pula, Bupati Kolaka menyampaikan ,dari apa yang telah disampaikan oleh kepala balai KSDA wilayah Sultra ini terkait dengan kondisi hutan konservasi di wilayah Kab. Kolaka ini, kita berharap bahwa dapat memberikan solusi, kemudian juga kita dapat mengelaminir dan tidak lagi membuat masalah kawasan ini berkembang secara terus menerus. Apabila kita bisa menyelamatkan kondisinya kembali tentunya saya kira ini bisa jadi lebih baik lagi.

Dalam penanganannya kita perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat di 4 kelurahan antara lain Mangolo, Kolakaasi, Sakuli, dan juga Ulunggolaka terkait mengenai masalah kawasan yang ada di Taman Wisata Alam Mangolo, serta perlunya dilakukan teguran maupun penegasan yang jelas sehingga masalah kawasan ini dapat terselesaikan dengan baik. Apabila ini terus menerus dilakukan oleh orang yang sama dari tahun ke tahun maka harus diberikan tindak yang tugas atau efek jera terhadap masalah tersebut.